Kembali Kepada Agama dengan Harapan Hutang Lunas

Asswrwb. Mas Adhin Busro salam kenal. Saya Rahmat tinggal di Solo. Maaf sebelumnya Mas mohon saran dan masukan. Saya jatuh dan menumpuk hutang sejak th 2002 disaat saya baru 3 bulan menikah. Hutang saya waktu itu sudah 200 juta. Dengan banyaknya hutang itu akhirnya saya banyak mendekatkan diri dan mendalami ilmu agama khususnya tentang bagaimana hutang-hutang saya bisa lunas, tapi sampai sekarang malah bertambah, mungkin sekarang sudah sampai 750 juta. Padahal sholat wajib berjamaah di masjid, sunnah, dhuha dan shodaqoh walau belum istiqomah. Bahkan pekerjaan saya plus makelaran tanah hasilnya belum bisa melunasi hutang-hutangnya. Mohon petunjuk dan sarannya....

Jawab: Waalaikum salam. Semoga segera terlunasi ya?

Hutang adalah masalah pelik. Banyak sekali yang menanyakan kepada saya tentang hal ini namun ketika saya tanyakan alasannya mengapa bisa hutang sedemikian besar? Kebanyakan sahabat tidak menjawabnya.

Setahu saya dari beberapa orang yang saya kenal, sebagian besar berhutang karena hawa nafsu. Kita harus hati-hati dengan hal ini.

Pada saat tertentu kita baru kembali mengadu kepada Tuhan, yakni ketika keadaan sudah begitu kepepet atau tersudut oleh berbagai masalah yang tak kunjung ada solusinya. Apakah salah? Justru inilah yang diharapkan yakni kembali menyadari bahwa manusia itu....
  • Lemah
  • Bodoh
  • Tergesa-gesa
  • Suka menuruti nafsu

Ketika kita kembali kepada Allah adalah masalah keputusan. Keputusan bulat tidak setengah-setengah. Keputusan untuk kembali dan bertaubat kepada_Nya, kemudian menyerahkan segala masalah serta solusi kepada Sang Pencipta.

Karena ini keputusan yang wajib bulat maka ikutilah cara-cara Tuhan. Masalah sholat wajib dan sunnah ini hanya bagian dari keputusan kita untuk bertaubat, bukan esensi yang sesungguhnya. Esensi yang sesungguhnya adalah keputusan itu tadi, keputusan bulat.

Kalau kemudian melaksanakan sholat, dhuha, tahajud, sedekah sebagai sebuah cara yang dengan harapan akan ada solusi, ini tidak beda dengan mendatangi dukun. Maksud saya serahkan dirimu seutuhnya kepada Tuhan, seluruhnya tidak sebagian-sebagian. Kalau kemudian tujuan utamanya supaya dengan dhuha atau sedekah maka hutang segera lunas maka cara pandang ini adalah kurang benar. Revisilah tujuannya yakni kembali dan bertaubat kepada_Nya.

Kalau tujuannya materi dalam hal ini hutang segera lunas maka siap-siap saja kecewa kemudian merasa Tuhan tidak mendengar doa lalu meninggalkan ibadah sunnah tersebut. Hutang lunas bukan tujuan utama namun hanyalah bonus dari keputusan mau kembali dan bertaubat kepada Allah.

Kalau sudah memutuskan maka harus yakin cara-cara Allah didalam menempa diri dan kharakter kita melalui sebuah kejadian-kejadian yang berat itu tadi. Yakin yang merupakan sebuah rasa percaya akan pertolongan Tuhan. Untuk itulah mau tidak mau kita harus dekat kepada_Nya melalui ibadah sholat, dhuha, tahajud, sedekah yang anda katakan diatas. Dan jangan lupa ibadah muammalah juga harus diamalkan. Jujur, integritas, menolak cara haram, bekerja keras, belajar keras dsb dalam bingkai iman kepada Allah. Insya Allah ibadah ritual dan muammalah tadi akan berefek kepada kepribadian yang tangguh dimana ujung-ujungnya kemuliaan (kesuksesan, hutang lunas, kebahagiaan dll).

Sekali lagi ini keputusan. Kalau sudah diputuskan untuk kembali kepada Allah maka janganlah bertanya kepada_Nya kapan adanya solusi, tapi bertanyalah kepada dirimu sendiri, sejauh mana kita sudah dekat kepada_Nya?. Allah Maha Tahu kemampuan, kapasitas dan iman kita, sementara kita tidak tahu.

Teruslah bekerja lebih giat, teruslah mencari cara bagaimana hutang luas, teruslah mencoba berpikir mencari jalan keluar (pekerjaan) yang lain, teruslah belajar mencari ilmunya. Semuanya dalam bingkai iman (yakin dan percaya) ada titik dimana Allah memberikan ilham berupa solusi.

Ada doa melunasi hutang silahkan dibaca dan diresapi maknanya..


2 Comments for "Kembali Kepada Agama dengan Harapan Hutang Lunas"

Assalamualaikum wrb salam persaudaraan,perkenalkan saya Sri Wulandari asal jambi,maaf sebelumnya saya hanya mau berbagi pengalaman kepada saudara(i) yang sedang dalam masalah apapun,sebelumnya saya mau bercerita sedikit tentang masalah saya,dulu saya hanya penjual campuran yang bermodalkan hutang di Bank BRI,saya seorang janda dua anak penghasilan hanya bisa dipakai untuk makan anak saya putus sekolah dikarenakan tidk ada biaya,saya sempat stres dan putus asa menjalani hidup tapi tiap kali saya lihat anak saya,saya selalu semangat.saya tidak lupa berdoa dan minta petunjuk kepada yang maha kuasa,tampa sengaja saya buka internet dan tidak sengaja saya mendapat nomor tlpon Aki Sulaiman,awalnya saya Cuma iseng2 menghubungi Aki saya dikasi solusi tapi awalnya saya sangat ragu tapi saya coba jalani apa yang beliau katakan dengan bermodalkan bismillah saya ikut saran Aki Sulaiman saya di ritualkan dana gaib selama 3 malam ritual,setelah rituialnya selesai,subahanallah dana sebesar 2M ada di dalam rekening saya.alhamdulillah sekarang saya bersyukur hutang di Bank lunas dan saya punya toko elektronik yang bisa dibilang besar dan anak saya juga lanjut sekolah,sumpah demi Allah ini nyata tampa karangan apapun,bagi teman2 yang mau berhubungan dengan Aki Sulaiman silahkan hub 085216479327 insya Allah beliau akan berikan solusi apapun masalah anda mudah2han pengalaman saya bisa menginspirasi kalian semua,Assalamualaikum wrb.JIKA BERMINAT SILAHKAN HUB AKI SULAIMAN 085-216-479-327,TAMPA TUMBAL,TIDAK ADA RESIKO APAPUN(AMAN) .

Ass. Perkenankan saya untuk memohon maaf sebesar - besarnya jika apa yang saya ceritakan nantinya akan membuat anda tersinggung, sebelumnya perkenalkan nama saya Herlina Parawati, saya berasal dari Deli Serdang, saya seorang istri dari ibu 4 orang anak. Awalnya kehidupan keluarga saya sangatlah bahagia. Walaupun penghasilan suami saya hanya mampu mencukupi kebutuhan sehari - hari keluarga kami, saya sangatlah bersyukur dan tak lama kemudian alhamdulillah suami saya diberikan kenaikan jabatan oleh atasannya, kehidupan kami mulai menanjak naik dan kami berpikir untuk membuka usaha. Singkat cerita sekali lagi saya sangat bersyukur sebab usaha ayam bakar yang kami buat sangat laris sehingga mendatangkan keuntungan besar bagi kami sekeluarga. Untuk memperbesar usaha kami, saya dan suami akhirnya memberanikan diri untuk meminjam uang di bank,setelah itu saya mendirikan cabang warung ayam bakar saya di berbagai daerah di Indonesia. Dengan jumlah karyawan kurang lebih 150 orang. Semula perkembangan usaha kami cukup baik, namun setelah setahun kemudian usaha kami mulai meredup dan cabang cabang warung ayam bakar kami mulai tutup satu per satu. Akhirnya usaha kami bangkrut dan menyisakan utang bank yang sangat besar bagi kami sekeluarga. Habis Jatuh Tertimpa Tangga pula suami saya dipecat dan dipenjarakan akibat dituduh menggelapkan uang perusahaan. Akhirnya semua hutang bank dan biaya hidup saya tanggung sendiri membesarkan empat orang anak tanpa suami saya merupakan cobaan yang sangat berat bagi kehidupan saya. saya stres dan hampir memutuskan kejalan yag salah dengan mengakhiri hidup saya sendiri, dalam keterpurukan hidup saya, secara tidak sengaja saya membuka salah satu blog kesaksian dan membaca kolom komentar seseorang yg punya nasib yang sama dengan saya. Dalam komentarnya dia mengarahkan saya untuk menghubungi seorang guru yakni Kyai H. Achmad Mubarak yang membantunya keluar dari masalahnya. Saya mencoba menghubungi pak kyai dan alhamdulillah beliau bersedia membantu saya. Masyaallah berkat bantuan beliau akhirnya semua utang saya lunas dan saya mampu mendirikan usaha kembali , walhasil sekarang saya sudah memiliki aset dimana mana dan memiliki perusahaan yang mengeskpor hasil laut keluar negeri, Semua ini terjadi berkat Allah SWT lewat uluran tangan pak Kyai H. Achmad Mubarak yang begitu tulus dan baik dalam mengarahkan saya keluar dari masalah utang saya. Sebagai wujud Ungkapan rasa syukur dan terima kasih saya, saya akan memberikan nomor beliau kepada anda yang membaca cerita saya ini, jika saudara saudari memiliki masalah seperti saya silahkan hubungi beliau di nomor 0821 2545 0758. Semoga bermanfaat dan semoga kita selalu dalam lindungan Allah SWT. Amin yaa rabbal alamin. Allahu Akbar.

Back To Top