"Dan supaya orang yang beriman bertambah imannya dan supaya orang-orang yang diberi Al kitab dan orang-orang mukmin itu tidak ragu-ragu". (QS Al Muddatstsir 31).
Nabi Muhammad saw yang membawa wahyu Al Qur'an adalah kebenaran. Beliau membawa kebenaran yang nyata dimana bisa diketahui kebenarannya dengan jelas justru oleh ahli kitab baik Yahudi dan Nasrani. Mereka mengenal Muhammad saw seperti mengenal anak kandung mereka sendiri. Lalu mengapa banyak diantara mereka yang mengingkari kebenaran tersebut? Alasannya adalah watak syetan yang susah hilang dari hati mereka yakni kedengkian. Mereka tidak rela Nabi yang dinubuatkan dalam alkitab mereka sendiri berasal dari tanah Arab keturunan atau trah Ismail. Makanya kemudian mereka menyembunyikan kebenaran itu walaupun hatinya meyakini.
Maka berhati-hatilah dengan watak iri dan dengki dibalut dengan kesombongan. Iblis yang sebelumnya sudah ribuan tahun beribadah sehingga derajadnya lebih tinggi dari malaikat saja diusir dan dilaknat sampai hari kiamat karena satu kesombongan. Merasa lebih hebat, lebih pintar, lebih mulia, lebih tinggi dan lain sebagainya. Inilah kharakter yang akan menghancurkan dan membinasakan.
Hal ini berkaitan erat dengan doa yang kita panjatkan. Dari awal kita sudah membahas tentang cara mencampakkan iman dalam dada menjadi sebuah landasan yang kokoh. Kemudian kita hendak membuktikan iman tersebut dalam aktifitas sehari-hari. Tujuan sudah ditentukan, maka keyakinan diperlukan sebagai bahan bakar. Dalam prosesnya ada suka dan duka namun iman tetap kokoh dalam sanubari. Tetap rendah hati, tawakal dan sabar. Yakin akan ayat-ayat Tuhan, yakin akan janji Tuhan walaupun nampaknya belum ada titik terang. Walaupun begitu tetap yakin bahwa pertolongan Tuhan itu dekat. Dekat sekali. Apalagi kita sudah memahami relatifitas waktu, bahkan ilusi waktu. Sesuatu yang nampaknya berlangsung milyaran tahun akan menjadi sekejapan mata saja.
Dan ternyata benar. Ayat-ayat Allah swt adalah kebenaran yang tidak bisa dibantah lagi. Ketika dalam posisi yang melelahkan dikarenakan ujian kepantasan untuk menjadi manusia tangguh dan unggul, kita tetap berkomitmen dengan kebenaran Tuhan. Tetap tawakal, ikhlas, sabar dan sebagainya sebagai manifestasi keyakinan. Dan ketika pertolongan Tuhan datang -dan memang pasti datang- maka tahulah kita bahwa janji Allah adalah benar. Bahwa ayat-ayatnya adalah benar. Kemudian bertambahlah keimanan yang signifikan disamping keimanan yang sudah ada. Keimanan diatas keimanan.
Lalu kita akan tersungkur seraya bersujud, mengakui kelemahan kita sebagai manusia yang kadang suka berkeluh kesah. Seakan-akan mengatakan Allah tidak mengabulkan doa. Janji Allah tidak benar dan berbagai prasangka lainnya. Tersungkur dan bersujud sambil menangis mengakui segala kekeliruannya. Terharu dan meneteskan air mata yang membuncah dengan perasaan khusuk yang tidak bisa dilukiskan dengan kata-kata. Ternyata benar Tuhan Maha Pemurah. Ternyata benar Dia Maha Pengasih dan Penyayang yang tiada tara. Dia Maha Mengetahui sementara kita adalah mahluk yang tidak tahu alias bodoh. Kita sepenuhnya bergantung mutlak kepada_Nya. Kalau tidak bergantung kepada Tuhan Semesta Alam, lalu mau kepada siapa kita mengadu dan memohon pertolongan?
"Dan apabila mereka mendengarkan apa yang diturunkan kepada Rasul (Muhammad), kamu Lihat mata mereka mencucurkan air mata disebabkan kebenaran (Al Quran) yang telah mereka ketahui (dari kitab-kitab mereka sendiri); seraya berkata: "Ya Tuhan kami, kami telah beriman, maka catatlah kami bersama orang-orang yang menjadi saksi (atas kebenaran Al Quran dan kenabian Muhammad)". (QS Al Maaidah 83).
Presented by Magis7. Klik disini untuk melihat penjelasan detail
Nabi Muhammad saw yang membawa wahyu Al Qur'an adalah kebenaran. Beliau membawa kebenaran yang nyata dimana bisa diketahui kebenarannya dengan jelas justru oleh ahli kitab baik Yahudi dan Nasrani. Mereka mengenal Muhammad saw seperti mengenal anak kandung mereka sendiri. Lalu mengapa banyak diantara mereka yang mengingkari kebenaran tersebut? Alasannya adalah watak syetan yang susah hilang dari hati mereka yakni kedengkian. Mereka tidak rela Nabi yang dinubuatkan dalam alkitab mereka sendiri berasal dari tanah Arab keturunan atau trah Ismail. Makanya kemudian mereka menyembunyikan kebenaran itu walaupun hatinya meyakini.
Maka berhati-hatilah dengan watak iri dan dengki dibalut dengan kesombongan. Iblis yang sebelumnya sudah ribuan tahun beribadah sehingga derajadnya lebih tinggi dari malaikat saja diusir dan dilaknat sampai hari kiamat karena satu kesombongan. Merasa lebih hebat, lebih pintar, lebih mulia, lebih tinggi dan lain sebagainya. Inilah kharakter yang akan menghancurkan dan membinasakan.
Hal ini berkaitan erat dengan doa yang kita panjatkan. Dari awal kita sudah membahas tentang cara mencampakkan iman dalam dada menjadi sebuah landasan yang kokoh. Kemudian kita hendak membuktikan iman tersebut dalam aktifitas sehari-hari. Tujuan sudah ditentukan, maka keyakinan diperlukan sebagai bahan bakar. Dalam prosesnya ada suka dan duka namun iman tetap kokoh dalam sanubari. Tetap rendah hati, tawakal dan sabar. Yakin akan ayat-ayat Tuhan, yakin akan janji Tuhan walaupun nampaknya belum ada titik terang. Walaupun begitu tetap yakin bahwa pertolongan Tuhan itu dekat. Dekat sekali. Apalagi kita sudah memahami relatifitas waktu, bahkan ilusi waktu. Sesuatu yang nampaknya berlangsung milyaran tahun akan menjadi sekejapan mata saja.
Dan ternyata benar. Ayat-ayat Allah swt adalah kebenaran yang tidak bisa dibantah lagi. Ketika dalam posisi yang melelahkan dikarenakan ujian kepantasan untuk menjadi manusia tangguh dan unggul, kita tetap berkomitmen dengan kebenaran Tuhan. Tetap tawakal, ikhlas, sabar dan sebagainya sebagai manifestasi keyakinan. Dan ketika pertolongan Tuhan datang -dan memang pasti datang- maka tahulah kita bahwa janji Allah adalah benar. Bahwa ayat-ayatnya adalah benar. Kemudian bertambahlah keimanan yang signifikan disamping keimanan yang sudah ada. Keimanan diatas keimanan.
Lalu kita akan tersungkur seraya bersujud, mengakui kelemahan kita sebagai manusia yang kadang suka berkeluh kesah. Seakan-akan mengatakan Allah tidak mengabulkan doa. Janji Allah tidak benar dan berbagai prasangka lainnya. Tersungkur dan bersujud sambil menangis mengakui segala kekeliruannya. Terharu dan meneteskan air mata yang membuncah dengan perasaan khusuk yang tidak bisa dilukiskan dengan kata-kata. Ternyata benar Tuhan Maha Pemurah. Ternyata benar Dia Maha Pengasih dan Penyayang yang tiada tara. Dia Maha Mengetahui sementara kita adalah mahluk yang tidak tahu alias bodoh. Kita sepenuhnya bergantung mutlak kepada_Nya. Kalau tidak bergantung kepada Tuhan Semesta Alam, lalu mau kepada siapa kita mengadu dan memohon pertolongan?
"Dan apabila mereka mendengarkan apa yang diturunkan kepada Rasul (Muhammad), kamu Lihat mata mereka mencucurkan air mata disebabkan kebenaran (Al Quran) yang telah mereka ketahui (dari kitab-kitab mereka sendiri); seraya berkata: "Ya Tuhan kami, kami telah beriman, maka catatlah kami bersama orang-orang yang menjadi saksi (atas kebenaran Al Quran dan kenabian Muhammad)". (QS Al Maaidah 83).
Presented by Magis7. Klik disini untuk melihat penjelasan detail
0 Comments for "Supaya Bertambah Imannya"