Dulu sewaktu kecil apalagi yang posisinya dikampung biasanya ngaji adalah hal yang tak terpisahkan. Mulai TK sampai SMA bahkan sampai kuliah tetap ngaji. Qur'an khatam minimal 2 sampai 3 kali. Kemudian kitab Al Barjanji, disusul kitab-kitab kuning. Ada Majmu' (Majemuk), Sulam, Hidayah, Taklim, Takrib, Dhurorul Bahiyyah, Jalalah dan lain sebagainya. Masalahnya pada sat itu ternyata kita tidak begitu paham, apa sih maksud dari semua itu?
Seperti dituturkan oleh salah seorang sahabat blog Mas Maman.
Assalamu'alaikum, Terima kasih banget Bang sharenya, Padahal ketika kecil kita selalu diajarkan bahkan selalu melantunkannya, terus terang baru sekarang kepikiran bahwa itu adalah dasar ketauhidan kita, maklum saking seringnya kita menelaah jadinya lupa deh. Hikmah. Wassalamu'alaikum wr.wb.
Namun jika kita mau belajar dan mau muhasaba diri, Insya Allah seiring waktu akan paham. "Oooo ternyata begini maksudnya". Inilah substansi, inilah hikmah.
Saya tidak hendak membahas isi kitab kuning. Saya ingin membahas sedikit tentang ilmu tauhid yang dahulu pernah diajarkan sewaktu kecil. Jadi yang pertama diajarkan biasanya ilmu tauhid atau keimanan. Misalnya 70 cabang iman. Kemudian dilanjut bab Thoharoh atau bersuci, kemudian fikih, tafsir dsb.
Yang pertama diajarkan adalah masalah keimanan atau tauhid. Inilah pondasi beragama. Tanpa ini sebaik apapun yang anda pelajari akan runtuh.Keimanan itu meliputi,
Bisa jadi semua pembaca tahu jawabannya. Namun yang dimaksud bukan semata-mata jawaban saja. Ia adalah sebuah jawaban yang mampu memberikan ruh, ghiroh, semangat, spirit, atau apapun sebagai indikasi adanya keyakinan atau iman.
Saya punya seorang anak yang masih berumur 4 tahun. Ketika saya tanya "siapa tuhan kita?" Dia jawab Allah. Anak kecil saja tahu. Tetapi hanya sekedar tahu atau hapal, belum memberikan sebuah ghiroh atau spirit atau energi.
Pertanyaan tersebut jika ditanyakan kepada anda atau orang lain jawabannya juga sama. "Allah". Tetapi mengapa anda tidak sholat, mengapa anda masih mencuri, mabuk dsb? Apakah yakin kalau Tuhan kita adalah Allah swt? Tentu jawabannya yakin.. Kalau begitu saya ada pertanyaan, tolong dijawab?
Artinya apa? Artinya iman anda masih lemah. Keyakinan kepada Tuhan masih kurang. Mau tidak mau kita harus belajar lagi. Kalau iman sudah kuat, tidak akan ada pertanyaan seperti diatas.
Sederhana saja. Kuatkan pondasi rumahmu. Maka apapun yang anda bangun akan berdiri dengan kokoh. Jangan harap menginginkan rumah yang indah namun tidak ada pondasi yang cukup untuk menyokongnya. Alamat akan runtuh.
Melihat begitu fundamentalnya masalah keimanan, maka ada pertanyaan lagi. Dimana saya bisa belajar ilmu yakin atau keimanan?
Atau dimanapun tidak ada masalah. Silahkan. Tetapi yang perlu diingat adalah, ketika belajar ilmu tauhid atau keyakinan tadi harus ada hasil. Hasilnya adalah semangat, ruh, spirit, energi, dan lain sebagainya sebagai indikasi adanya keimanan. Kemudian pola pikir berubah. Hidup menjadi terarah. Adanya berbagai ujian hidup adalah bagian dari tes keimanan.
Sebelum anda kemana-mana, apalagi menyalahkan takdir yang tidak sesuai dengan harapan, cek dulu kadar keimanan dalam hati.
Seperti dituturkan oleh salah seorang sahabat blog Mas Maman.
Assalamu'alaikum, Terima kasih banget Bang sharenya, Padahal ketika kecil kita selalu diajarkan bahkan selalu melantunkannya, terus terang baru sekarang kepikiran bahwa itu adalah dasar ketauhidan kita, maklum saking seringnya kita menelaah jadinya lupa deh. Hikmah. Wassalamu'alaikum wr.wb.
Namun jika kita mau belajar dan mau muhasaba diri, Insya Allah seiring waktu akan paham. "Oooo ternyata begini maksudnya". Inilah substansi, inilah hikmah.
Saya tidak hendak membahas isi kitab kuning. Saya ingin membahas sedikit tentang ilmu tauhid yang dahulu pernah diajarkan sewaktu kecil. Jadi yang pertama diajarkan biasanya ilmu tauhid atau keimanan. Misalnya 70 cabang iman. Kemudian dilanjut bab Thoharoh atau bersuci, kemudian fikih, tafsir dsb.
Yang pertama diajarkan adalah masalah keimanan atau tauhid. Inilah pondasi beragama. Tanpa ini sebaik apapun yang anda pelajari akan runtuh.Keimanan itu meliputi,
- Siapa sih tuhan itu?
- Siapa dan bagaimana sifat-sifat Allah?
- Mengapa harus yakin kepada_Nya
- Siapa itu Muhammad saw
- Bagaimana sejarah beliau, keturunan beliau dsb.
- Setelah mengetahui dengan baik hal keimanan maka apa dampak bagi kehidupan kita.
Bisa jadi semua pembaca tahu jawabannya. Namun yang dimaksud bukan semata-mata jawaban saja. Ia adalah sebuah jawaban yang mampu memberikan ruh, ghiroh, semangat, spirit, atau apapun sebagai indikasi adanya keyakinan atau iman.
Saya punya seorang anak yang masih berumur 4 tahun. Ketika saya tanya "siapa tuhan kita?" Dia jawab Allah. Anak kecil saja tahu. Tetapi hanya sekedar tahu atau hapal, belum memberikan sebuah ghiroh atau spirit atau energi.
Pertanyaan tersebut jika ditanyakan kepada anda atau orang lain jawabannya juga sama. "Allah". Tetapi mengapa anda tidak sholat, mengapa anda masih mencuri, mabuk dsb? Apakah yakin kalau Tuhan kita adalah Allah swt? Tentu jawabannya yakin.. Kalau begitu saya ada pertanyaan, tolong dijawab?
- Apakah anda menginginkan kecukupan namun belum juga cukup (Kaya)?
- Apakah anda mempunyai hutang, namun tidak kunjung lunas?
- Apakah anda sering putus asa ketika ada kegagalan?
- Apakah anda sudah merasa berdoa namun belum kunjung terkabul?
- Percuma saya dhuha kalau rezeki tak kunjung lancar. Pernah seperti itu?
Artinya apa? Artinya iman anda masih lemah. Keyakinan kepada Tuhan masih kurang. Mau tidak mau kita harus belajar lagi. Kalau iman sudah kuat, tidak akan ada pertanyaan seperti diatas.
Sederhana saja. Kuatkan pondasi rumahmu. Maka apapun yang anda bangun akan berdiri dengan kokoh. Jangan harap menginginkan rumah yang indah namun tidak ada pondasi yang cukup untuk menyokongnya. Alamat akan runtuh.
Melihat begitu fundamentalnya masalah keimanan, maka ada pertanyaan lagi. Dimana saya bisa belajar ilmu yakin atau keimanan?
- Belajar dari Ustadz atau kyai
- Sering mengikuti pengajian
- Beli buku tentang tauhid
- Ikut forum islami
- Googling di web terpercaya
- Di blog ini www.adhinbusro.com
- Di Rahasia Kunci Sukses
Atau dimanapun tidak ada masalah. Silahkan. Tetapi yang perlu diingat adalah, ketika belajar ilmu tauhid atau keyakinan tadi harus ada hasil. Hasilnya adalah semangat, ruh, spirit, energi, dan lain sebagainya sebagai indikasi adanya keimanan. Kemudian pola pikir berubah. Hidup menjadi terarah. Adanya berbagai ujian hidup adalah bagian dari tes keimanan.
Sebelum anda kemana-mana, apalagi menyalahkan takdir yang tidak sesuai dengan harapan, cek dulu kadar keimanan dalam hati.
Tag :
Energi Spiritual,
Keimanan
0 Comments for "Pentingnya Keyakinan/ Iman dalam Tauhid"