Muhammad saw adalah Pendusta dan Nabi Palsu

Banyak yang mengatakan bahwa Muhammad saw adalah seorang penipu. Pendusta dan Nabi palsu. Perlawanan ini tentu saja berasal dari mereka yang membenci Muhammad saw, khususnya dari sahabat kristen dan aliran kepercayaan lainnya dimana syariatnya bertentangan. Padahal Muhammad saw hanya ingin menyampaikan pesan yang sederhana, yaitu sembahlah Tuhan Yang Maha Esa, dan jangan menyekutukan_Nya dengan apapun juga dan bagaimanapun juga.

 

Kalau kita mau dengan tulus untuk belajar sejarah, kemudian membuka pikiran dan hati, menggunakan akal sehat tentunya akan lain hasilnya. Jika kita mau menggunakan pikiran yang rasional jauh dari fanatisme dan kedengkian, pasti akan menemukan sejarah yang rasional dan valid.

Buat apa seorang manusia yang lahir ditengah tanah yang buas, sadis, kejam, tidak berpendidikan mau mempertaruhkan nyawanya hanya untuk menyampaikan pesan tersebut kalau tidak didahului dengan sebuah keyakinan? Merubah tatanan dan keyakinan bangsa Arab pada saat itu ibarat menyerahkan lehernya untuk ditebas. Merubah kepercayaan nenek moyang yang bertahan selama ratusan tahun adalah hal yang gila. Apalagi disebuah tanah yang gelap jauh dari peradaban, tidak mengenal perikemanusiaan, etika, dan pendidikan.

Jika kita berada disana katakanlah begitu, kemudian mengaku-ngaku nabi dengan tujuan popularitas dan hawa nafsu pasti akan berpikir berkali-kali. Jika tujuannya merubah kebiasaan, budaya dan keyakinan yang saat itu mendarah daging bisa dibilang misi yang sia-sia. Itu namanya menyerahkan nyawa.Tetapi Muhammad saw yang berada ditengah-tengah komunitas manusia yang terpecah-pecah dimana setiap hari bisa didengar adanya perang hanya dikarenakan masalah sepele, berani mengambil resiko terberat yakni dibunuh. Kalau tidak didahului dengan keyakinan akan perintah Tuhan, hal ini menjadi misi yang tidak masuk akal. Tetapi karena ada keyakinan diluar imaginasi tersebut Muhammad saw berani untuk berdakwah ditengah singa padang pasir yang sedang haus. Kalau bukan karena perlindungan Tuhan, niscaya ceritanya akan lain.

Ketika diintimidasi, ditindas, hendak dibunuh, dicaci maki, dilempar kotoran dan berbagai ujian berat lainnya Muhammad saw tetap bertahan dengan misi kerosulannya. Saat segelintir pengikutnya disiksa, bahkan dibunuh dengan tidak manusiawi, Muhammad saw tetap teguh pendirian untuk merubah keyakinan musrik dan penyembahan berhala.

Tomas Karlil, seorang Filsuf Inggris yang penah mendapatkan hadiah Nobel. Di dalam bukunya “Para Pahlawan” mengatakan; “Sungguh menjadi sangat aib bagi siapapun yang berbicara pada masa ini mengeluarkan ungkapan bahwa agama Islam adalah kedustaan dan bahwa Muhammad adalah penipu. Kita harus memerangi penyebaran kata-kata yang absurd dan memalukan ini. Sesungguhnya risalah yang ditunaikan utusan (Rasul) tersebut masih menjadi pelita yang bercahaya selama 12 abad lamanya. Apakah ada di antara kalian yang mengira bahwa risalah ini yang menjadi pegangan hidup dan matinya jutaan orang yang tak terhitung jumlahnya adalah kedustaan dan penipuan”

H. G Wells seorang penulis sejarah (sejarawan) telah menulis dalam bukunya yang  berjudul ‘Outline of History’, Sebuah bukti kebenaran yang besar tentang Nabi ini adalah bahwa orang yang paling banyak mengetahui tentang pribadi beliau-lah yang pertama beriman kepada beliau… Muhammad sekali-kali bukanlah seorang pendusta… Dan hakikat ini tidak dapat dibantah bahwa dalam dalam Islam terdapat banyak sekali kelebihan dan keistimewaan dan memiliki banyak sekali sifat yang agung…. Nabi Islam ini telah meletakkan asas  kemasyarakatan dimana kezaliman dan kekejaman telah dihapuskan.”

Gotah, seorang sastrawan Jerman , Dalam satu kesempatan ia pernah mengatakan; “Sesungguhnya kita warga Eropa dengan seluruh pemahaman kita, belum sampai kepada apa yang telah dicapai Muhammad. Dan tidak akan ada yang melebihi dirinya. Saya telah mengkaji dalam sejarah tentang keteladanan yang tinggi untuk umat manusia ini. Dan saya temukan itu pada Nabi Muhammad SAW. Demikianlah seharusnya kebenaran itu menang dan tinggi, sebagaimana Muhammad telah sukses menundukan dunia dengan kalimat tauhid”

Kemudian setelah hijrah ke Madinah dan berhasil menyebarkan agama tauhid disana, maka berlalulah sebuah sejarah yakni penaklukan Mekah. Hanya manusia yang berhati mulia saja yang mau mengampuni orang-orang Mekah yang dahulunya menyiksa, hendak membunuhnya, membunuh keluarganya, pengikut setianya dsb. Saat orang-orang mekah merasa yakin kalau Muhammad saw akan membalas dendam dengan sadis, nyatanya sejarah berkata lain. Beliau mengampuni/ memaafkan dengan menyebut nama Tuhan.

Penulis lain Stanley Lane-Poole telah menulis, "Beliau memaafkan orang-orang Qurays untuk tahun-tahun kesedihan dan cemoohan kejam yang telah ditimpakan mereka kepada beliau, dan memberikan pengampunan kepada seluruh penduduk Mekkah.. Dengan demikian Muhammad kembali memasuki kota kelahirannya. Dari semua sejarah penaklukan tidak ada kemenangan yang sebanding dengan yang satu ini."

Makanya kita berbicara dengan logika bukan fanatisme. Kita berbicara dengan akal terlebih dahulu sebelum mengeluarkan berbagai ayat dan dalil. Setelah pemikiran terbuka dengan jujur, barulah kemudian dalil atau ayat bisa memperkuat argumen. Jadi bukan ayat yang bisa dipelintir oleh orang dengan maksud dan tujuan tertentu dijadikan sebagai pembenaran, namun pintu masuk pertama adalah akal. Apalagi teman kristen yang pasti akan mengeluarkan banyak sekali ayat kitab sucinya, padahal sebagian besar telah dirubah-rubah isinya menjadi tidak rasional.

Mungkin banyak yang tidak setuju, tentu tidak masalah, karena ini pendapat pribadi. Tetapi sebelum anda mengatakan tidak setuju silahkan sampaikan hujjah atau alasan anda dengan logis. Dengan pikiran terbuka dan hati yang tulus, tidak asal melakukan interupsi tanpa alasan yang masuk akal.

Kesimpulannya, orang yang mengatakan Nabi Muhammad saw adalah pendusta, Nabi palsu adalah tidak berdasar sama sekali, dan hanya memakai logika fanatis. Ikut-ikutan/ latah tanpa mempelajari riwayat hidupnya terlebih dahulu. Beliau saw diutus ke dunia dengan sebuah misi sederhana, yakni sembahlah Allah Yang Maha Esa, dan jangan disekutukan/ dibagi-bagi bagaimanapun caranya. Itu saja...



Tag : Muhammad SAW
0 Comments for "Muhammad saw adalah Pendusta dan Nabi Palsu"

Back To Top