"Barang siapa yang bertaqwa kepada Allah, niscaya Dia akan mengadakan jalan keluar baginya dan memberinya rizki dari arah yang tiada disangka-sangkanya”. (QS Ath Thalaq 2-3)
Taqwa berarti melaksanakan segala perintah Allah dan menjauhi segala larangan_Nya serta ikhlas terhadap segala ketentuan_Nya. Pada definisi lainnya taqwa adalah memelihara diri dalam menjalani hidup sesuai dengan tuntunan Allah. Ciri orang yang bertaqwa adalah mereka yang beriman dan membuktikan keimanannya dengan menjalankan ibadah ritual yang disyariatkan dengan ikhlas, demikian juga mengaplikasikannya dalam kehidupan muamalah. Mereka tetap berada di jalan Tuhan dalam kondisi yang berat ataupun ringan. Jadi taqwa bisa dikatakan sebagai bagian dari bukti keimanan yang sudah diikrarkan dalam mulut dan hati.

Jadi secara lebih luas makna taqwa adalah berhati-hati didalam menjalani hidup sesuai dengan tuntunan kebenaran. Berhati-hati karena dikanan dan kiri jalan yang kita lalui kita akan mendapatkan banyak gangguan dan rintangan. Bagaimanapun masalah yang menghadang baik berat ataupun ringan, sulit ataupun mudah tetap berkomitmen untuk meniti jalan kebenaran apapun yang terjadi. Komitmen dalam hati yang dibuktikan dengan amal perbuatan inilah yang dimaksud dengan makna taqwa.
Alkisah Zul mempunyai hutang sebesar 4,5 juta rupiah dan sudah jatuh tempo hari ini tanggal 1. Hari itu pas tanggal gajian namun masih jauh dari kata cukup untuk melunasi hutangnya. Kemudian Zul melihat komputer dan HP kesayangannya, dan dengan berat hati dijualnya benda-benda kesayangan tersebut. Ternyata setelah dijumlahkan masih belum cukup untuk melunasi hutang. Kemudian dengan mata berkaca-kaca Zul melihat leher istrinya yang saat itu sedang mengandung dan membutuhkan uang untuk memelihara kandungannya. Dengan berat hati Zul juga harus menjual kalung istrinya yang ia beli sebagai hadiah perkawinan. Setelah terkumpul semua hasil penjualan ditambah gajinya maka didapatkan jumlah yang pas dengan hutangnya.
Dalam perjalanan hendak melunasi hutang mata Zul berkaca-kaca, bagaimana mungkin hidup seperti ini? Pas gajian yang seharusnya bisa digunakan untuk hal-hal yang membahagiakan namun harus dihabiskan untuk melunasi hutangnya. Komputer, HP dan kalung yang menjadi benda-benda kesayangan dan bersejarah harus ia relakan demi sebuah komitmen dimana hutang harus dibayar karena itulah kebenaran. Itulah perintah Tuhan. Zul menangis karena dengan komitmen yang rasanya aneh tersebut, ia harus mengorbankan istri dan calon anak pertamanya. Namun kebenaran telah mengalahkan logika. Walalupun hatinya remuk redam ia tetap berkomitmen untuk melunasi hutangnya.
Dengan menggunakan motor tua keluaran 94 sampailah Zul ditempat dimana ia akan melunasi hutang tersebut di sebuah lembaga pembiayaan. Zul serahkan uang tersebut walaupun terasa berat. Namun tanpa disangka dan diduga sebelumnya karyawan lembaga pembiayaan tersebut mengembalikan semua uang tersebut dan mengatakan,
"Selamat ya Pak, hari ini adalah ulang tahun perusahaan. Sebagai rasa terimakasih kepada Nasabah maka hari ini semua piutang yang jatuh tempo diputihkan" Kata customer service.
"Bener nih Pak? Terimakasih banyak" Jawab Zul
Zul tidak mampu lagi berkata-kata, ia menerima kembali uang 4,5 juta tersebut dengan sedikit gemetar. Ia pulang dengan rasa yang membuncah. Air mata tanda syukur yang tak henti-hentinya diucapkan kepada Tuhan.
Apa pelajaran yang bisa diambil dari kisah diatas? Tuhan tidak akan menyia-nyiakan bukti komitmen hamba_Nya kepada kebenaran. Inilah taqwa yaitu tetap berkomitmen kepada kebenaran Tuhan apapun yang terjadi.
Presented Magis7. 7 Langkah Magis Menguasai Rasa Sejati. Klik disini untuk penjelasan detail
Taqwa berarti melaksanakan segala perintah Allah dan menjauhi segala larangan_Nya serta ikhlas terhadap segala ketentuan_Nya. Pada definisi lainnya taqwa adalah memelihara diri dalam menjalani hidup sesuai dengan tuntunan Allah. Ciri orang yang bertaqwa adalah mereka yang beriman dan membuktikan keimanannya dengan menjalankan ibadah ritual yang disyariatkan dengan ikhlas, demikian juga mengaplikasikannya dalam kehidupan muamalah. Mereka tetap berada di jalan Tuhan dalam kondisi yang berat ataupun ringan. Jadi taqwa bisa dikatakan sebagai bagian dari bukti keimanan yang sudah diikrarkan dalam mulut dan hati.
Jadi secara lebih luas makna taqwa adalah berhati-hati didalam menjalani hidup sesuai dengan tuntunan kebenaran. Berhati-hati karena dikanan dan kiri jalan yang kita lalui kita akan mendapatkan banyak gangguan dan rintangan. Bagaimanapun masalah yang menghadang baik berat ataupun ringan, sulit ataupun mudah tetap berkomitmen untuk meniti jalan kebenaran apapun yang terjadi. Komitmen dalam hati yang dibuktikan dengan amal perbuatan inilah yang dimaksud dengan makna taqwa.
Alkisah Zul mempunyai hutang sebesar 4,5 juta rupiah dan sudah jatuh tempo hari ini tanggal 1. Hari itu pas tanggal gajian namun masih jauh dari kata cukup untuk melunasi hutangnya. Kemudian Zul melihat komputer dan HP kesayangannya, dan dengan berat hati dijualnya benda-benda kesayangan tersebut. Ternyata setelah dijumlahkan masih belum cukup untuk melunasi hutang. Kemudian dengan mata berkaca-kaca Zul melihat leher istrinya yang saat itu sedang mengandung dan membutuhkan uang untuk memelihara kandungannya. Dengan berat hati Zul juga harus menjual kalung istrinya yang ia beli sebagai hadiah perkawinan. Setelah terkumpul semua hasil penjualan ditambah gajinya maka didapatkan jumlah yang pas dengan hutangnya.
Dalam perjalanan hendak melunasi hutang mata Zul berkaca-kaca, bagaimana mungkin hidup seperti ini? Pas gajian yang seharusnya bisa digunakan untuk hal-hal yang membahagiakan namun harus dihabiskan untuk melunasi hutangnya. Komputer, HP dan kalung yang menjadi benda-benda kesayangan dan bersejarah harus ia relakan demi sebuah komitmen dimana hutang harus dibayar karena itulah kebenaran. Itulah perintah Tuhan. Zul menangis karena dengan komitmen yang rasanya aneh tersebut, ia harus mengorbankan istri dan calon anak pertamanya. Namun kebenaran telah mengalahkan logika. Walalupun hatinya remuk redam ia tetap berkomitmen untuk melunasi hutangnya.
Dengan menggunakan motor tua keluaran 94 sampailah Zul ditempat dimana ia akan melunasi hutang tersebut di sebuah lembaga pembiayaan. Zul serahkan uang tersebut walaupun terasa berat. Namun tanpa disangka dan diduga sebelumnya karyawan lembaga pembiayaan tersebut mengembalikan semua uang tersebut dan mengatakan,
"Selamat ya Pak, hari ini adalah ulang tahun perusahaan. Sebagai rasa terimakasih kepada Nasabah maka hari ini semua piutang yang jatuh tempo diputihkan" Kata customer service.
"Bener nih Pak? Terimakasih banyak" Jawab Zul
Zul tidak mampu lagi berkata-kata, ia menerima kembali uang 4,5 juta tersebut dengan sedikit gemetar. Ia pulang dengan rasa yang membuncah. Air mata tanda syukur yang tak henti-hentinya diucapkan kepada Tuhan.
Apa pelajaran yang bisa diambil dari kisah diatas? Tuhan tidak akan menyia-nyiakan bukti komitmen hamba_Nya kepada kebenaran. Inilah taqwa yaitu tetap berkomitmen kepada kebenaran Tuhan apapun yang terjadi.
Presented Magis7. 7 Langkah Magis Menguasai Rasa Sejati. Klik disini untuk penjelasan detail
Tag :
Amalan Sukses,
Energi Spiritual
0 Comments for "Komitmen = Solusi + Keberuntungan"