Jika sobat berasal dari jawa tengah maka kidung berikut ini adalah salah satu kidung kematian yang membuat bulu kuduk berdiri. Saat saya masih kecil sering menyanyikan kidung ini sebelum ngaji. Kadangkala dikarenakan cukup menyeramkan liriknya, sampai terbawa mimpi. Berikut kidung kematian sebagai muhasabah diri.
Poro sederek kulo sedoyo
Jaler estri enom tuo
Mumpung urip ono dunyo
Saben wektu podo elingo
Elingono ketimbalan
Ora keno kanggo wakilan
Timbalane Kang Moho Kuoso
Gelem ora kudu lungo
Lelungane ora dinyono
Sugih mlarat bakale mrono
Donyo brono ditinggalno
Sing digowo amaling dunyo
Disalini penganggo putih
Yen wes budal ora keno mulih
Tumpakane kereto jowo
Rudo papat rupo menungso
Jujukane umah guo
Tanpa bantal tanpo kloso
Omahe raono lawange
Turu dewe raono kancane
Ditutupi anjang-anjang
Diurugi disiram kembang
Sanak sedulur podo nyawang
Podo nanges koyo wong nembang
Artinya
Saudaraku semuanya
Laki-laki dan perempuan, muda dan tua
Mumpung masih hidup didunia
Ingatlah...
Ingatlah akan sebuah panggilan
Yang tidak mungkin bisa diwakilkan
Panggilan dari Yang Maha Kuasa
Mau tidak mau harus memenuhinya
Perginya tidak bisa diduga
Kaya miskin pasti menemuinya
Harta dunia akan ditinggalkan semuanya
Yang dibawa hanya amal kebaikan saja
Dipakaikan kain berwarna putih
Kalau sudah berangkat tidak akan bisa kembali
Tunggangannya adalah kereta Jawa
Beroda empat berwajah manusia
Tujuannya adalah rumah gua
Tanpa tikar tanpa bantal
Rumah nya tak berpintu
Tidur sendirian tiada teman
Ditutup rumah itu dengan tanah
Diurug dan disiram dengan bunga
Sanak famili hanya bisa memandang
Semua menangis seperti orang bernyayi
Video dari youtube, Salawat Kereto Jowo
Poro sederek kulo sedoyo
Jaler estri enom tuo
Mumpung urip ono dunyo
Saben wektu podo elingo
Elingono ketimbalan
Ora keno kanggo wakilan
Timbalane Kang Moho Kuoso
Gelem ora kudu lungo
Lelungane ora dinyono
Sugih mlarat bakale mrono
Donyo brono ditinggalno
Sing digowo amaling dunyo
Disalini penganggo putih
Yen wes budal ora keno mulih
Tumpakane kereto jowo
Rudo papat rupo menungso
Jujukane umah guo
Tanpa bantal tanpo kloso
Omahe raono lawange
Turu dewe raono kancane
Ditutupi anjang-anjang
Diurugi disiram kembang
Sanak sedulur podo nyawang
Podo nanges koyo wong nembang
Artinya
Saudaraku semuanya
Laki-laki dan perempuan, muda dan tua
Mumpung masih hidup didunia
Ingatlah...
Ingatlah akan sebuah panggilan
Yang tidak mungkin bisa diwakilkan
Panggilan dari Yang Maha Kuasa
Mau tidak mau harus memenuhinya
Perginya tidak bisa diduga
Kaya miskin pasti menemuinya
Harta dunia akan ditinggalkan semuanya
Yang dibawa hanya amal kebaikan saja
Dipakaikan kain berwarna putih
Kalau sudah berangkat tidak akan bisa kembali
Tunggangannya adalah kereta Jawa
Beroda empat berwajah manusia
Tujuannya adalah rumah gua
Tanpa tikar tanpa bantal
Rumah nya tak berpintu
Tidur sendirian tiada teman
Ditutup rumah itu dengan tanah
Diurug dan disiram dengan bunga
Sanak famili hanya bisa memandang
Semua menangis seperti orang bernyayi
Video dari youtube, Salawat Kereto Jowo
Tag :
Keimanan,
Saatnya Menangis
0 Comments for "Kidung Kematian, Menyeramkan"